Rabu, 03 November 2010

Kini Dia Jadi Anak Perempuan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiz8O0bCbc3MYNq_OUWW0sKUr26eyszgMF5-cjLWevyV69l9CT3HqZZ19CIO1JQmX-zhxyblwuwZYei6ynTK0EsCcVBM7FeOfJnBfv1wyByERN3G_4FnWL8UrkEK79Vt1Dn-l8rbd-DeilV/s1600/1.jpg

Memang banyak sekali orang yang bingung atas jati diri mereka sehingga banyak orang yang merasa bahwa Ia terperangkap di dalam tubuh yang salah, Hingga akhirnya banyak orang memutuskan untuk mengganti kelamin mereka dengan cara operasi ganti kelamin. Hal ini ternyata banyak juga loh di kalangan remaja, gk hanya orang dewasa aja

Hal ini di sebabkan karena sejak kecil orang tua tidak mengawasi tindakan anaknya dari balita. Mereka tidak mengawasi bagaimana kelakuan mereka pada masa2 balita. Orang tua tidak membimbing anaknya tentang jati diri mereka sehingga mereka sendiri kebingungan dan orang tua mulai merasa pasrah. Akhir2 ini banyak sekali balita laki2 yang kebanyakan bermain boneka dan rumah-rumahan sehingga kebiasaan ini terbiasa hingga tua !

Liburan sekolah di musim panas sudah usai. Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di tenggara Inggris, masuk ke sekolah menengah pertamanya sebagai seorang siswi. Ia mengenakan pakaian anak perempuan, rambutnya diikat ke belakang dan dihiasi pita.

Tentu saja bocah itu, segera menjadi bahan ejekan teman-teman sekolah yang sudah mengenalnya sejak sekolah dasar.

Akibatnya, sekolah yang memiliki 1.000 anak murid itu melakukan pertemuan darurat. Memerintahkan anak-anak didiknya untuk memperlakukan bocah itu sebagai anak perempuan, dan memanggilnya dengan nama baru pemberian ibunya.

Anak itu bernama Tim Petras yang kini berubah menjadi Kim Petras

Tim Petras sudah menjadi wanita
Namun, para wali murid menjadi marah demi melihat anak-anak mereka menangis mendengar kabar tentang seorang siswa yang berubah menjadi siswi itu. Para orangtua mengatakan seharusnya pihak sekolah mmberitahukan masalah itu kepada mereka sebelumnya, agar anak-anak bisa mendapatkan pengarahan dan berbicara dengan orangtua seputar masalah gender.

Seorang ibu yang putrinya menjadi teman sekelas bocah itu di bangku SD mengatakan kepada The Sun, "Ia (putri saya) menceritakan kepada saya bahwa bocah laki-laki itu menjadi bulan-bulanan teman sekolahnya."

"Yang sangat menjengkelkan para wali murid adalah sekolah tidak berusaha terlebih dahulu mengirimi surat, sehingga kami bisa menjelaskan hal itu dengan cara kami sendiri."

"Mereka (anak-anak) hanya diberitahu, 'Kalian mungkin melihat ada satu anak yang tidak hadir di ruangan ini, itu karena murid tersebut sekarang menjadi anak perempuan.'"

"Anak perempuan itu, sekarang langsung menuju "neraka", akibat masalah ini ditangani seperti sekarang ini."

Semua kekacauan itu bisa dipahami, karena dulu ketika SD, guru kepalanya meminta murid-murid untuk memperlakukan bocah itu sebagai anak laki-laki, sementara anak itu menunjukkan perilaku feminin. Ia mengenakan bikini ketika pelajaran berenang, mengikat rambutnya dan mengendarai skuter merah muda.

Ibunya berkata, "Kami bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk anak kami. Kami juga bekerjasama dengan lembaga lain guna memastikan bahwa kesejahteraan anak kami dilindungi."

Anak yang sudah bertahun-tahun ke sekolah memakai pita itu sedang bersiap menjalani terapi hormon dan operasi ganti kelamin. Ia mungkin akan menjadi orang termuda yang melakukan operasi itu.

Anak Laki Laki sangat berbahaya bila dibiarkan bermain dengan boneka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar